Kobar – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beserta pelayanan kepada masyarakat terdampak kabut asap terus berjalan penuh selama 24 jam tanpa jeda. Hal ini disampaikan Bupati Kobar, Hj. Nurhidayah pada Jumat (4/9).

“Penanganan karhutla dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap terus kami jalankan penuh, selama 24 jam, tanpa jeda. Seluruh personel, mulai dari BPBD, TNI-Polri, Pemadam Kebakaran, hingga relawan Masyarakat Peduli Api, terus bersiaga di lapangan, dan kami akan terus memperkuat langkah-langkah ini hingga kondisi benar-benar terkendali,” tegas Bupati.

Hingga 2 September 2026, luas lahan terbakar akibat karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat tercatat sekitar 1.800 hektare, dengan wilayah terdampak terluas berada di Kecamatan Kumai dan Kecamatan Arut Selatan. Saat ini masih terdapat tujuh titik karhutla aktif yang ditangani tim gabungan, dengan titik terbesar berada di ruas Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama.

Menyusul kondisi tersebut, status tanggap darurat karhutla yang sebelumnya telah dua kali diperpanjang, akan kembali diperpanjang untuk ketiga kalinya, terhitung 4 hingga 18 September 2026, guna memastikan seluruh sumber daya penanganan tetap siaga penuh.

Langkah Konkret 24 Jam Terakhir, Lebih dari 400 personel gabungan yang terdiri dari OPD, TNI melalui Kodim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di tingkat desa, tetap dikerahkan dan bersiaga di titik-titik rawan karhutla.

Dinas Kesehatan Kobar mendistribusikan 2.000 masker kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kobar untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga dengan penyakit penyerta.

Dapur umum yang dikelola Dinas Sosial, dengan dukungan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), terus beroperasi untuk memastikan kebutuhan konsumsi harian petugas di lapangan maupun di posko induk tetap terpenuhi.

Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperluas fokus penanganan, tidak hanya pemadaman api, tetapi juga mengantisipasi dampak ikutan musim kemarau, seperti krisis ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Langkah ke Depan, Bupati Hj Nurhidayah mengungkapkan, Pemkab Kobar telah mengusulkan bantuan helikopter water bombing kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar dapat disiagakan di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, untuk mempercepat proses pemadaman dari udara di titik-titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Pemkab juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengatasi kendala akses lokasi dan keterbatasan sumber air di beberapa titik kebakaran,” lanjutnya.

Penghormatan kepada Relawan yang Gugur, Bupati juga menyampaikan duka mendalam dan penghormatan setinggi-tingginya atas gugurnya relawan pemadam kebakaran Ahmadin alias Itam Madin, yang meninggal dunia pada 30 Agustus 2026 setelah mengalami sesak napas akibat terus berjuang menangani karhutla di lapangan.

“Dedikasi dan pengabdian almarhum menjadi pengingat besarnya pengorbanan para petugas dan relawan yang berada di garis depan penanganan bencana ini,” ujar Bupati.

Langkah Nyata untuk Keselamatan Petugas Lapangan, Sebagai respons atas risiko kesehatan yang dihadapi personel di lapangan, Hj Nurhidayah menegaskan komitmen untuk memperkuat dukungan tim medis yang disiagakan di posko dan titik-titik penanganan aktif. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan personel tetap terpantau selama menjalankan tugas di lapangan.

“Selain itu, akan dilakukan rotasi serta pembatasan waktu bertugas bagi personel guna mengurangi risiko kelelahan dan gangguan pernapasan akibat paparan asap berkepanjangan. Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan alat pelindung diri, seperti masker dan oksigen portabel, bagi seluruh petugas dan relawan yang bertugas langsung di titik api, serta mengevaluasi kebutuhan tambahan personel dan peralatan untuk mengurangi beban kerja di titik-titik rawan,” terangnya.

Imbauan kepada Masyarakat, Hj Nurhidayah juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, segera melaporkan titik api yang ditemukan kepada aparat setempat, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, serta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

“Melalui sinergi lintas sektor antara Pemkab Kobar, TNI-Polri, BAZNAS, dan seluruh elemen masyarakat, penanganan karhutla dan pelayanan kepada warga terdampak kabut asap akan terus diperkuat hingga situasi benar-benar terkendali,” pungkasnya. Sumber: Diskominfo Kobar