Jakarta -Kehadiran Arya Wedakarna dalam acara kontes kecantikan transgender, Miss Equality World 2026, di Bangkok, Thailand, ramai disorot publik. Sorotan publik juga tertuju kepada seorang prajurit TNI, ajudan yang dibawa Arya ke kontes transgender tersebut.

Sorotan mencuat setelah foto-foto yang memperlihatkan Arya Wedakarna bersama ajudannya berseragam TNI AL menghadiri acara Miss Equality World 2026 beredar di media sosial (medsos). Arya menegaskan kehadirannya di acara itu bukan sebagai anggota DPD perwakilan dari Bali.

Arya mengaku mendapatkan undangan dari sebuah organisasi yang disebut kerap melakukan kegiatan amal. Menurut Arya, dirinya diberi tahu bahwa Bali mendapat penghargaan atas pariwisatanya. Kehadirannya di sana, kata dia, sebagai tokoh wisata.

“Jadi kronologisnya, pertengahan tahun ini ya, Juni ya. Itu, saya bertempat di istana saya di Jembrana. Mewakili pribadi ya dan juga sebagai tokoh budaya Hindu. Kita menerima panitia, namanya MS Organization. Jadi mereka berjaringan di 15 negara dan mereka ini sudah sering mengadakan kegiatan charity di Bali. Kegiatan sosial, begitu. Nah, jadi namanya tamu kan kita terima,” kata Arya kepada wartawan, Rabu (2/9).

Arya mengatakan kehadirannya di Miss Equality World sebagai Presiden Hindu Center of Indonesia, bukan mewakili DPD. Arya menyebut ada sejumlah kegiatan yang dilakukan di sana, dari kunjungan ke vihara hingga pameran.

Agenda puncak acara yang digelar pada 30 Agustus adalah pemberian penghargaan. Arya pun hadir memboyong ajudannya dalam acara itu, yang kemudian foto-fotonya tersebar di media sosial.

“Dan di sana rangkaian acaranya banyak. Jadi saya sempat keliling ke sana juga, ke vihara Buddha, ada juga ke kuil-kuil Hindu. Kemudian ada juga, apa, pameran-pameran ya. Macam-macam, acara diskusi. Nah, malam puncaknya itu kan ada penghargaan, salah satu kegiatannya adalah memberikan penghargaan kepada lima tokoh,” kata dia.

“Nah,tim mereka itu juga membuat video tentang Bali, pariwisata Bali. Jadi yang di mana saya datang untuk mewakili Bali, karena menerima apa, video itu ya tentang pariwisata Bali yang dianggap berhasil. Ya udah itu aja. Tanpa pidato, menerima, ya sudah, selesai gitu aja, pamit, begitu,” ungkapnya.

Setelah keramaian di media sosial, Arya mengatakan hadir di acara tersebut atas nama pribadi. Arya mengaku tak mengetahui acara tersebut mengusung isu transpuan.

“Nggak. Kan kita kan secara, saya nggak tahu. Yang kedua kan kita kan tidak etis dong nanya-nanya tentang gender, ya. Kita kan tahu Thailand. Thailand kan di sana kan gendernya banyak. Nggak, nggak (perwakilan DPD) saya sebagai pribadi. Makanya saya pakai baju adat Bali,” ungkapnya.

Alasan Arya Wedakarna Bawa Ajudan TNI, Arya menjelaskan soal prajurit TNI yang viral disorot publik lantaran hadir mendampingi dirinya di acara kontes transgender. Arya menyebut prajurit TNI AL itu sebagai ajudannya.

“Itu ajudan saya, itu sudah satu tahun sama saya. Kemudian sudah bertugas. Memang dari TNI AL, dan memang kita kan lihat di Thailand tuh kan lagi, lagi rawan ya,” kata Arya.

Arya mengatakan kondisi Thailand kurang kondusif sehingga dia membutuhkan pengamanan ajudan. Arya mengatakan ajudannya anggota TNI tak berkaitan dengan acara kontes transgender.

“Kemarin masih ada perang, perang antara Thailand, Myanmar, Kamboja. Kemudian kemarin tuh ada, di sana kan sering ada ledakan bom dan juga ada penembakan. Jadi memang melekat aja, memang tugasnya mengawal saya, nggak ada hubungannya (dengan acara),” tutur dia.

Prajurit TNI Diperiksa Usai Dampingi Arya, Prajurit TNI AL yang menjadi ajudan Arya saat menghadiri kontes transgender kini diperiksa Lanal Denpasar. Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa mengatakan pihaknya masih mendalami persoalan tersebut.

“Berita terkait viral itu kita sedang mendalami. Kita sedang mempelajari, sedang mendalami, terutama di pihak Lanal sendiri,” ungkap Ary dilansir detikBali, Kamis (3/9).

Ary menjelaskan prajurit TNI AL tersebut memang ditugaskan sebagai ajudan Arya sejak setahun lalu. Ary juga menyebut terdapat surat resmi dari pihak Arya terkait permintaan agar prajurit TNI AL itu menjadi ajudannya.

“Untuk perizinan, sebatas pemahaman saya, itu sejak tahun lalu, memang sebagai ajudan dari anggota DPD tersebut,” tambah Ary.

Ary meminta waktu untuk melakukan pemeriksaan terhadap ajudan Arya. Ary memastikan jika ditemukan adanya pelanggaran, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai prosedur yang berlaku.

“Nanti kalau memang anggota tersebut terbukti bersalah atau melanggar hukum, akan kita tindak lanjuti secara prosedur,” imbuhnya. Sumber : detik.com