-CILACAP-Suasana riuh dan penuh kegembiraan mewarnai aliran Sungai Cijalu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Ratusan warga dari berbagai penjuru desa berbondong-bondong turun ke dasar sungai menyusul dibukanya pintu air Bendung Cijalu dalam agenda tahunan bedah bendungan.

Momen surutnya debit air sungai ini seketika berubah menjadi pesta rakyat dadakan yang sangat dinanti-nanti oleh masyarakat setempat. Sejak pagi hari, warga dari segala usia—mulai dari orang dewasa hingga anak-anak—telah memadati area pinggiran kali.

Mereka bersiap dengan membawa berbagai peralatan tangkap tradisional seperti seser, jaring, serok, hingga ember tempat menampung hasil buruan.

Begitu debit air Kali Cijalu mulai mengering dan menyusut drastis, warga langsung merangsek turun ke tengah lumpur sungai.

Gelak tawa dan teriakan seru langsung pecah di sepanjang aliran kali setiap kali ada warga yang berhasil menangkap ikan bertubuh besar dengan tangan kosong maupun jaring mereka.

Berbagai jenis ikan air tawar khas sungai seperti nila, mujaer, kotes, lele, hingga bawal menjadi sasaran utama.

Tradisi tahunan bedah bendungan ini tidak sekadar menjadi ajang berburu lauk gratis, tetapi sudah melekat sebagai sarana hiburan murah meriah sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga Majenang.

“Sangat seru dan ramai sekali. Ini tradisi yang selalu kami tunggu setiap tahunnya.

Urusan dapat ikannya banyak atau sedikit itu nomor dua, yang paling penting itu keseruan dan kekompakannya bisa kumpul turun ke kali ramai-ramai bersama tetangga,” ujar salah satu warga yang ikut berburu di lokasi dengan pakaian yang sudah penuh lumpur.

Tradisi “panen ikan dadakan” di Bendung Cijalu ini berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh suka cita. Agenda pemeliharaan bendungan yang dibalut dengan kearifan lokal ini diharapkan dapat terus dilestarikan secara rutin, karena terbukti efektif menjadi magnet wisata lokal yang mampu menghidupkan kegembiraan dan memupuk rasa gotong-royong warga di wilayah Majenang dan sekitarnya.